Langsung ke konten utama

3 Alasan Kenapa Orang Mudah Tertipu Hoaks dan Berita Bohong Baca selengkapnya di artikel "3 Alasan Kenapa Orang Mudah Tertipu Hoaks dan Berita Bohong"

Ilustrasi hoax [Foto/Shutterstock]

Ada tiga alasan orang mudah teripu berita hoaks, yakni pengulangan informasi secara masif, efek barnum, dan orang pernah mengalami kesulitan lebih rentan. tirto.id - Berita bohong seperti hoax atau hoaks telah menjadi ancaman bagi kehidupan banyak orang sejak dekade terakhir.

 Berkembangnya teknologi bernama internet dan media sosial membuat penyebaran informasi-informasi salah semakin tidak karuan. 

Parahnya, banyak orang-orang yang terjebak untuk mempercayai informasi-informasi salah tersebut, bahkan bisa terjadi di kalangan terdidik. Dikutip dari The Guardian, informasi salah bahkan bisa membodohi orang-orang pintar. 

Dalam sebuah penelitian psikologis, banyak informasi-informasi bohong seperti hoaks dirancang secara cerdik untuk melewati penalaran analitis yang cermat. Itu artinya membuat informasi tersebut dapat dengan mudah tergelincir di bawah radar bahkan pada orang yang cerdas dan berpendidikan sekalipun. 

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan Norbert Schwarz dari University of Southern California.

 Dalam penelitiannya ini ia menanyakan beberapa siswa dengan pertanyaan “berapa banyak binatang yang masuk ke dalam bahtera Musa?” Ia hanya menemukan 12 persen responden yang menjawab benar, yakni “tidak ada” (karena memang tidak ada bahtera dalam kisah Musa, bahtera merupakan kisah Nuh). 

Hal ini karena kebanyakan orang cenderung tidak fokus pada detail terutama ketika sebuah pertanyaan terasa lancar "mudah diproses." Menurut Norbert, ini ada kaitannya dengan sifat orang-orang yang "kikir kognitif" yakni kondisi di mana individu memiliki kemampuan otak yang baik namun enggan menerapkannya.

 Tidak hanya itu, ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat banyak orang tertipu oleh informasi salah, termasuk hoaks.

Berikut ini beberapa alasan teori digagas para ahli untuk menjawab pertanyaan, “mengapa orang-orang mudah tertipu hoaks?”

Pengulangan informasi secara masif Pesan hoaks tidak semata-mata dibuat begitu saja, tetapi dirancang dan disebarkan dengan sedemikian rupa agar dapat dipercaya oleh orang-orang. Satu cara yang paling ampuh untuk menyebarkan informasi yang salah adalah pengulangan sederhana. 

Media tentu berkontribusi besar dalam penyebarannya. Menurut para ahli, semakin banyak seseorang mendengarkan ide, semakin besar kemungkinan seseorang mempercayai ide tersebut sebagai hal yang benar.

 Informasi-informasi ini akan disajikan dalam berbagai media seperti televisi, radio, dan internet. 

Dari seluruh terpaan itu, orang-orang mulai melihat bagaimana informasi yang salah dapat direkayasa untuk melewati pemikiran logis dan pertanyaan kritis.

 Adanya Efek Barnum Dalam ilmu psikologi, efek Barnum merupakan fenomena yang terjadi ketika individu percaya bahwa deskripsi kepribadian berlaku khusus untuk orang (lebih daripada orang lain), meskipun fakta bahwa deskripsi sebenarnya diisi dengan informasi yang berlaku untuk semua orang.

 Dikutip dari Britannica, efek Barnum dapat menyebabkan orang mudah tertipu karena berpikir bahwa informasi tersebut hanya tentang dirinya. Efek barnum bekerja paling baik dalam pernyataan positif. Inilah mengapa pesan hoaks sering kali mengandung kalimat-kalimat positif untuk pembacanya.

 Beberapa contoh kalimat seperti “Anda adalah seorang pemikir yang bangga melakukan sesuatu yang berbeda dari yang lain” atau “orang lain mungkin tidak pernah berpikir tentang hal (positif) ini, tetapi tidak dengan Anda.”

 Seseorang pernah mengalami kesulitan lebih rentan Dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Liecester ditemukan bahwa orang yang mengalami lebih banyak tragedi dan kesulitan akan lebih mudah ditipu ketika ia tumbuh dewasa.

 Misalnya, seseorang yang mengalami perundungan, perceraian, cedera, dan tragedi lainnya akan cenderung lebih mudah mempercayai informasi salah.

 Dilansir dari Science Daily, Kim Drake, mahasiswa di Liecester yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan, orang-orang yang pernah mengalami kesulitan memang belajar melalui kejadian tersebut. 

Sayangnya, orang-orang tersebut kesulitan untuk mempercayai penilaiannya sendiri. Misalnya, seseorang mempercayai suatu informasi sebagai hal yang benar.

 Namun ketika ia membaca artikel yang menuliskan informasi tersebut bertentangan dengan pandangannya, ia lebih percaya dengan pandangan orang lain.

“Ini karena orang tersebut mungkin telah belajar untuk tidak mempercayai tindakan penilaian dan keputusan mereka karena fakta bahwa sebagian besar waktu tindakan mereka dianggap mengundang konsekuensi negatif,” kata Kim.

sumber : https://tirto.id/3-alasan-kenapa-orang-mudah-tertipu-hoaks-dan-berita-bohong-ejku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Berita Hoax, ACT Tunjukkan Aksi Nyata

POS KUPANG.COM -- A - Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat. ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah. Kami menyalurkan bantuan ke tempat- tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya. Donasi dari mitra-mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau-pulau terpencil (Tepian Negeri). Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/meubeler),...
Jakarta  - Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menghukum warga Jatinegara, Jakarta Timur, Dhany Ramadhany (38), selama 1 tahun penjara. Dhany dinilai bersalah menyebarkan berita bohong lewat Facebook soal gempa Lombok. Kasus bermula saat Dhany menulis di  wall  Facebook-nya pada 1 Oktober 2018 sore. Ia menulis: Lombok dalam sehari ini sudah dilanda Gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 - 6,0 - 7,0 SR jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khsusnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9SR. Hati2...selalu waspada, siapkan surat2 dan segala yg penting dalam satu tas...bila terjadi gempa segera keluar dari bangunan kearah lapangan, kalau gak sempat lgsg diem dibawah meja.. sumber :  https://news.detik.com/berita/d-4758007/warga-jatinegara-penyebar-hoax-gempa-jakarta-89-sr-dibui-1-tahun

Gempa M 5,2 Guncang Kuta Selatan Bali, Tidak Berpotensi Tsunami

Jakarta  -  Gempa  berkekuatan magnitudo (M) 5,2 mengguncang Kuta Selatan,  Bali . Gempa tidak berpotensi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) melalui situs resminya menyebutkan gempa terjadi pada pukul 03.27 WIB, Rabu (20/11/2019). Pusat gempa ada pada kedalaman 10 km. Pusat gempa berada di 513 km barat daya  Kuta Selatan , Bali. Titik lokasi gempa berada di 12,96 Lintang Selatan (LS) dan 113,23 Bujur Timur (BT). "Tidak berpotensi tsunami," tulis  BMKG . Belum ada informasi terkait kerusakan akibat gempa, termasuk ada-tidaknya korban. Namun BMKG mengingatkan adanya potensi gempa susulan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tutur BMKG. (lir/gbr) SUMBER:  https://news.detik.com/berita/d-4791142/gempa-m-52-guncang-kuta-selatan-bali-tidak-berpotensi-tsunami